TOPIK
Makan Bergizi Gratis di Karanganyar
-
Sedikitnya 253 siswa SMP Negeri 1 Karanganyar mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan, Rabu (15/10/2025).
-
Siswa SMP Negeri 1 Karanganyar mengalami gejala diduga keracunan. Mereka mengalami muntah dan diare.
-
Dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Karanganyar mencuat. Ini setelah petugas dari Puskesmas Karanganyar mendatangi sekolah itu.
-
Guru menyebut ada kemungkinan kondisi fisik siswa yang mengalami gejala keracunan tengah menurun usai upacara bendera di bawah terik matahari.
-
Meski kegiatan belajar mengajar kembali normal, bayang-bayang peristiwa itu masih menyisakan kekhawatiran di kalangan siswa.
-
Orang tua siswa SMPN 1 Colomadu menyesalkan peristiwa tersebut terjadi di tengah program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi siswa.
-
Guru SMPN 1 Colomadu, Eka Ahmad R, mengatakan pembagian menu MBG tidak dihentikan karena belum ditemukan indikasi kuat adanya keracunan makanan.
-
16 siswa yang kemarin dilarikan ke Puskemas Colomadu 1 itu sudah bisa mengikuti kembali kegiatan belajar mengajar (KBM).
-
Guru dan staf sekolah membawa para siswa yang tampak lemas ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan pertolongan pertama.
-
Salah satu orang tua siswa yang menerima MBG di kawasan Colomadu, sebut saja X, mengaku memilih untuk tak memberikan MBG kepada sang anak
-
Ana mengaku langsung meninggalkan semua pekerjaannya begitu mendengar kabar bahwa anaknya terbaring lemas di puskesmas.
-
Belasan siswa lainnya juga mengalami keluhan serupa dan harus dilarikan ke Puskesmas Colomadu 1. Dugaan sementara, mereka mengalami keracunan.
-
Siswi berinisial NZ mengaku sudah mencium bau tak sedap dari menu nasi ayam katsu dengan kentang dan kacang polong yang disajikan
-
Belasan siswa SMPN 1 Colomadu dilarikan ke Puskesmas Colomadu 1 pasca mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG.
-
Dilaporkan ada sekitar 12 siswa SMP Negeri 1 Colomadu yang mengalami gejala mual dan telah mendapatkan pertolongan medis.
-
Tenaga medis Puskesmas Tawangmangu Karanganyar, tak menyangka bakal menghadapi situasi mendesak, Jumat (10/10/2025) siang.
-
Ia berharap program MBG dihentikan karena menyebabkan anaknya mengalami diare hingga saat ini.
-
Tercatat sebanyak 105 pelajar mengeluhkan gejala mual dan diare. Beberapa di antaranya menjalani perawatan intensif di RSUD Kartini Karanganyar.
-
Rabu (1/10/2025) sore itu, suasana rumah seorang pelajar SMP di Kabupaten Karanganyar mendadak berubah.
-
Menu yang terdiri dari nasi goreng ayam suwir, tahu goreng, dan lalapan itu disantap para siswa pada Kamis (9/10/2025).
-
Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo mengonfirmasi jumlah siswa yang terdampak mencapai puluhan orang.
-
Salah seorang siswa, Setya Ritriningrum, mengaku merasakan kejanggalan pada rasa makanan yang disajikan.
-
Sejumlah orangtua panik setelah anak-anak mereka dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (9/10/2025).
-
Puluhan siswa SDN 3 Nglebak, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu
-
Puluhan siswa dari empat sekolah di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu pada Kamis (9/10/2025).
-
Mereka mulai menunjukkan gejala seperti lemas, mual, dan sesak napas tak lama setelah menyantap makanan MBG
-
Mereka dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).
-
Hasil dari pengecekan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, ditemukan adanya bakteri di dalam menu MBG.
-
Kasus dugaan keracunan MBG di Karanganyar masih diselidiki, sementara itu, SPPG yang diduga menyediakan menu disebut belum memiliki SLHS.
-
Diketahui sebanyak 12 anak di Karanganyar menjalani rawat inap, ini diduga setelah menyantap MBG. Namun, hasil pasti menunggu hasil laboratorium.