Opini
Dari Pajak, Pendidikan Anak Diutamakan
Untuk menumbuhkan kesadaran Wajib Pajak memang memerlukan pendekatan secara intens oleh pihak DJP ke Wajib Pajak
Untuk Inklusi kesadaran pajak sejak dini yang sedang digiatkan kali ini merambah untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, yang mana sebelumnya telah berhasil dilakukan Inklusi Kesadaran Pajak ke Perguruan Tinggi.
Ini dilakukan dengan memberikan sedikit pengertian pajak, fungsi pajak dan pentingnya pajak untuk kita semua kedalam kurikulum Mata Kuliah yang disampaikan oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah tertentu dan oleh Guru pada Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan di dalam mata pelajaran tertentu, dengan harapan mereka anak-anak yang saat ini sedang menimba ilmu yang akan menjadi penerus kita di masa yang akan dating dan merupakan Calon Wajib Pajak, paham akan pentingnya Pajak. Dan dikemudian nanti saat mereka sudah bekerja atau memiliki usaha sendiri mereka mau membayar pajak dan menjadi Wajib Pajak yang patuh.
Tidak cukup dengan berkolaborasi dengan dunia Pendidikan untuk memberikan edukasi menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada mereka melalui inklusi kesadaran pajak, tetapi DJP juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dengan bekerjasama mendirikan tax center bahkan diperluas sampai ke tingkat desa. Hal ini juga sejalan dengan pemanfaatan dana desa yang berasal dari pajak.
Sehingga untuk mewujudkan Pendidikan gratis dan keadilan sosial untuk keberlangsungan Pendidikan bagi calon-calon penerus generasi bangsa yang hebat, kita harus meningkatkan kesadaran pajak sebagai bagian dari perjuangan bangsa, karena sebenarnya ini bukan hanya sekedar soal penerimaan negara, tapi bagaimana cara kita agar Pendidikan di Tanah Air kit aini menjadi nomor satu yang Patut kita perjuangan demi anak-anak kita kelak.
Selamat Hari Anak Nasional 2025, Pajak Tumbuh Indonesia Tangguh. (*)
Penulis: Wieka Wintari, Penyuluh Ahli Muda – KPP Pratama Salatiga
| Stimulus Sektor Properti dan Aviasi untuk Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Mengubah Skeptisme menjadi Kepercayaan: Servant Leadership ala Sherly Tjoanda Taklukkan Rakyat Malut |
|
|---|
| Pindah Buku Semudah Potong Kuku |
|
|---|
| Gandeng UMKM di Ngargorejo Boyolali, KKN UNS Olah Nasi Sisa dan Ikan Nila Jadi Kerupuk Bernilai Jual |
|
|---|
| Revisi UU MK : Demokrasi Tidak Cukup dengan Pemilu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wieka-Wintari-2025.jpg)