Integritas, Tulang Punggung yang Harus Tegak

Ada istilah three lines of defense, tiga level lapis penjaga integritas dan pengendalian internal yang efektif.

Tayang:
Dok. Istimewa/Istimewa
Andreas Joko Putranto, Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Salatiga. Penulis artikel opini berjudul "Integritas, Tulang Punggung yang Harus Tegak." 

Level berikutnya biasa dilakukan oleh unit kepatuhan internal, sedangkan level ketiga dilakukan oleh auditor internal yang lebih independen.

Lalu bagaimana mungkin garis pertahanan itu jebol ketiga-tiganya, bahkan di level ketiga? Satu faktor penting yang perlu diperhatikan, atau malah dipertanyakan adalah: apakah penanaman nilai integritas sudah tertancap dalam oleh setiap lini pertahanan, dari setiap level pertahanan?

Tulang Punggung yang Harus Tegak

Kementerian Keuangan adalah salah satu institusi yang masuk dalam Survey Penilaian Integritas tertinggi di tahun 2023 di antara seluruh Kementerian (83,18), namun, di tahun 2024 indeks itu naik menjadi 83,36.

Ada dua kunci yang setidaknya membuat keberhasilan suatu institusi dalam memainkan peran ini, pertama sistem yang efektif; kedua, penanaman nilai-nilai integritas yang berkelanjutan.

Mari kita kupas yang pertama: apakah, sistem itu adalah “kunci”?

Dalam suatu masa, pernah seorang mantan Gubernur Jakarta, menciptakan sistem digital dalam transaksi belanja negara melalui e-katalog, menerapkan parkir elektronik yang efektif, dan banyak terobosan yang membuat APBD Jakarta demikian kuat dan mandiri. 

Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebaik apapun sistem yang dibangun, jika operatornya bobrok, maka sistem itu tidak akan berarti, dan legacy yang ditinggalkan hanyalah menjadi sebuah cerita masa lalu.

Intinya dari kalimat di atas sebenarnya apa? Sistem dan operator atau pelaku harus sama-sama dibangun.

Sistem yang baik akan menciptakan alur kerja yang efektif dan mengurangi potensi-potensi penyimpangan, dan pelaku dapat terjaga integritasnya dengan terhindar dari jalur di luar sistem. 

Bagaimana caranya? Dengan penanaman nilai-nilai integritas secara konsisten dan berkesinambungan supaya tidak ada rantai yang terputus.

Kapan penanaman itu seyogyanya dimulai? Meminjam sebuah nasehat dari seorang tokoh agama yang terkenal pada masanya, beliau menyatakan bahwa memulai itu dari tiga hal: mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai pada saat ini!

Dari diri sendiri, kemudian menjalar menguatkan rekan kita, lalu mendukung sistem organisasi yang baik, kemudian membangun komitmen yang kuat dengan bersama sepakat bahwa integritas adalah tulang punggung yang harus ditegakkan supaya institusi menjadi hebat. Institusi apapun itu!

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved