TOPIK
PLTSa Putri Cempo Solo
-
Wali Kota Solo Respati menjawab kritik dari Fraksi DPRD. Dia meyakini masyarakat punya kesadaran mengolah sampah.
-
Di sudut halaman rumah yang dipenuhi tanaman hijau di Kelurahan Gajahan, Solo, tangan Pamuji tampak sibuk mengaduk tumpukan daun kering
-
Sampah organik di Solo diolah jadi pakan maggot, lele, dan kompos, Gajahan serap 100 kg sampah per hari.
-
Usulan jadwal angkut sampah di Solo mencuat, warga yang tak pilah sampah diusulkan tak dilayani.
-
Polemik soal sampah di Solo menjadi sorotan. Ini membuat banyak pendapat soal pemilahan yang ada.
-
Komunitas Ngreksa Uwuh dari Kelurahan Gajahan, Solo, yang kini aktif mengolah sampah rumah tangga hingga mencapai 80–100 kilogram per hari.
-
Upaya pengurangan sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo pasca sanksi open dumping masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
-
Pengurangan sampah sejak sanksi open dumping TPA Putri Cempo berkisar 10-20 persen. Ada juga masyarakat yang komplain soal pengolahan kompos.
-
DPRD Kota Solo mengusulkan untuk membeli pemilahan sampah dari warga. Hal ini lebih efektof daripada menakut-nakuti warga.
-
Polemik sampah tak terpilah di Solo dinilai bisa picu sampah liar di jalan dan sungai
-
PDIP Solo menilai Pemkot tetap wajib mengangkut sampah warga meski belum dipilah sesuai aturan.
-
Pemkot menegaskan tak ada larangan memulung di TPA Putri Cempo, Mereka hanya memberikan batasan.
-
Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta, Sugeng Riyanto, menilai hingga kini belum ada perencanaan matang di tingkat wilayah.
-
DPRD Solo menilai Pemkot belum menunjukkan keberpihakan anggaran untuk sampah meski sudah dialokasikan Rp9,3 miliar.
-
Pemkot menegaskan tak ada larangan memulung di TPA Putri Cempo, Mereka hanya memberikan batasan.
-
Pemulung di TPA Putri Cempo Solo disebut berpenghasilan kisaran Rp100-200 ribu perhari.
-
Pemulung di Solo menggelar aksi terkait pembatasan akses TPA Putri Cempo. Mereka meminta bisa memulung sampah baru.
-
DLH Solo menegaskan langkah sterilisasi ini penting agar proses penataan dan operasional alat berat bisa berjalan optimal tanpa hambatan.
-
TPA Putri Cempo akan menolak sampah di luar kapasitas produksi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
-
DLH hanya membatasi pemulung masuk ke sejumlah area yang digunakan PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP).
-
TPA Putri Cempo Solo batasi sampah hingga 2026, DLH targetkan pengurangan 50 persen.
-
TPA Putri Cempo tidak ditutup, Pemkot Solo batasi sampah sesuai kapasitas pengolahan.
-
Pemkot Solo saat ini tengah kejar-kejaran waktu, ini untuk menghentikan open dumping setelah sanksi.
-
Isu penutupan TPA Putri Cempo Solo mencuat. Ini penjelasan Pemkot dan langkah pengelolaan sampah
-
Salah satu penyebab utamanya terletak pada belum optimalnya proses pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
-
Selama ini, pengolahan sampah di hilir terkendala karena sampah terlalu beraneka ragam dan belum dipilah-pilah.
-
Dari total sekitar 380 ton sampah yang dihasilkan warga Kota Solo setiap hari, kini hanya sekitar 50 ton yang mampu diolah.
-
Jika pembuangan sampah terbuka tak dihentikan. Umur TPA Putri Cempo tinggal 1,4 tahun lagi.
-
Ahli mengusulkan untuk PSEL Putri cempo dilakukan di tingkat kecamatan
-
Jika pembuangan sampah terbuka tak dihentikan. Umur TPA Putri Cempo tinggal 1,4 tahun lagi.